Minggu, 11 Desember 2016

Menghidupkan kembali makna Natal dengan Keluarga yang ceria adalah sahabat baik

Menghidupkan kembali makna Natal dengan Keluarga yang ceria adalah sahabat baik 


 
 
https://www.facebook.com/Klik di sini untuk melihatnya
Jelas mengikut Yesus bukan tentang uang, harta apalagi jabatan, tetapi tentang hidup yang penuh, sukacita, damai sejahtera, menjadi manusia yang sesungguhnya dan kebemermaknaan yang kekal. Ketika dunia mengatakan, Wani piro? Yesus menjawab, “Total!” Ketika Yesus bertanya, Wani piro? Apa jawab Anda?

  ada Lelucon yang sering kali kita dengar di Kampus seperti begini  --->          "KETIKA DUNIA MENGATAKAN “WANI PIRO”? YESUS MENJAWAB, “TOTAL!”. KETIKA YESUS BERTANYA, “WANI PIRO?” APA JAWAB ANDA? hehehhee....

Dalam kebaktian cerita seperti ini Anda akan teringat yang indah, inspirasi, dan aspek sangat spiritual Natal yang mungkin telah mulai mengabaikan.



kebersamahan yang bahagia didalam Natal Kampus kalvari 
LIBUR HAMPIR SELESAI
Setelah Anda men-download e-book yang di atas ini Anda akan menerima Advent buletin renungan FaithGateway ini menghitung mundur untuk Natal.

Ini kebaktian Natal akan dikirimkan via email setiap pagi, membantu Anda tetap fokus pada Yesus dengan pesan inspirasi dan ajaran Alkitab dari beberapa penulis Kristen favorit Anda, termasuk Billy Graham, Lysa TerKeurst, Sheila Walsh, dan banyak lagi!

Selama keramaian dan hiruk pikuk musim liburan, ibadah Natal ini akan membantu Anda menemukan momen refleksi, damai, ibadah dan syukur Anda tetap Yesus sebagai pusat dan harta terbesar Natal.
 (Baca: Ibrani 11:1-40) Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, Dan babahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. Ibrani 11:6

Setiap pagi ada seorang putra yang menyirami tanaman itu, menghitung dan mencatat warna yang mekar pada hari itu. Bagi saya, anak ini bukan hanya mengerjakan tugas sekolah, tetapi belajar bertanggung jawab secara sungguh-sungguh. Hasilnya? Sudah lebih puluhan bunga morning glory mekar! Mengerjakan tanggung jawab secara sungguh-sungguh bukan sekedar “Iya!” tetapi harus dilakukan terus hingga ada hasilnya. Hidup iman percaya kepada Kristus pun demikian, bukan sekedar “Ya dan amin!” didepan Tuhan dan umat-Nya tetapi diri ini harus terus disirami Firman Tuhan dan kemudian orang percaya berbuah terus menjadi berkat entah dihargai/diejek, entah diterima/ disalahpahami, entah dibalas berkat/disakiti oleh orang lain. Tujuan perbuatan baik berakar dalam Kristus dan bukan karena dilihat manusia. Penulis Ibrani memaparkan kesaksian hidup para tokoh Alkitab karena iman. Ada kalanya ketekunan menghidupi iman Nasrani menghasilkan berkat luar biasa seperti Abraham dengan banyak hartanya, seperti Daud dengan banyak kemenangannya; tetapi ada kalanya harus melewati penderitaan diejek, didera, dibelenggu, dipenjara, dilempari, digergaji dan dibunuh dengan pedang (Ibrani 11:35-38). Apakah kita akan berdiam diri dan menutup erat-erat iman percaya kita dalam baskom atau justru mempergunakan kesempatan untuk menggarami dunia yang membusuk ini? Mari selagi masih ada hari, kita sungguh-sungguh mencari-Nya dan menyirami kerohanian dengan Firman Tuhan. Berbuah jadi berkat adalah konsekuensi logis dari hidup orang percaya. Soli Deo Gloria. 

  CAMP MILITERNYA TUHAN   --> (Baca: Lukas 4:1-13)   

Pernakah Anda mengikuti ret-ret? Saya pernah megikuti camp untuk para pelatih out bound di sebuah markas militer. Pelatihan yang diberikan bukan hanya teori dan keterampilan tetapi juga ketahanan fisik. Selain push up, beberapa hari pertama lewat penjelajahan, kaki ini rasanya sakit luar biasa, tetapi hari ke-empat sudah mati rasa. Rupanya semua pelatihan fisik sangat berguna ketika panjat tebing atau menggunakan tali rapeling turun dari ketinggian. Bisa dibayangkan betapa susahnya rapeling tanpa pemanasan dan ketahanan fisik yang cukup.   Hidup bersama Tuhan seperti berada di camp pelatihan militer. Tuhan mengijinkan kita melewati masa lalu dengan segala suka duka agar kita memiliki ketahanan untuk menjalani masa kini. Dicatat di Lukas 4:1, Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Padang gurun boleh disebut pelatihan karena medannya yang terik dan gersang, sepi dan jauh dari fasilitas yang nyaman. Setelah 40 hari puasa, semua kelemahan dan kebutuhan manusia dapat menjadi liar apabila tidak disertai penguasaan diri. Berita gembiranya adalah: Yesus menang dari segala pencobaan! Apapun yang Anda alami saat ini, jangan putus asa, kecewa apalagi meninggalkan Tuhan. Ikut Tuhan ataupun tidak ikut Tuhan masalah tetap ada. Bedanya, bila bersama Tuhan kita tidak sendiri. Mari kita dibentuk dalam camp pelatihan militernya Tuhan.

IKUT TUHAN ATAUPUN TIDAK IKUT TUHAN, MASALAH TETAP ADA. BEDANYA, BILA BERSAMA TUHAN KITA TIDAK SENDIRI.

        Hidup ini cuma titipan Tuhan. Segala yang ada pada manusia, mulai dari tubuh jiwa hingga semua harta kekayaan, jabatan dan bahkan keluarga sekalipun kelak akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan.Ssekalipun tidak akan membawanya pada keselamatan hidup dan meaningful life seperti yang dirancang oleh Pencipta alam semesta dan isinya. Yesus mengatakan “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Matius 16:26a). Manusia bisa saja mendapatkan harta kekayaan, jabatan, kekuasaan yang berlimpah tetapi tanpa “hak paten” keselamatan yang dari Allah (Yohanes 3:16) adalah dalam keadaan rugi terbesar. Konteks perkataan Kristus ini adalah dalam rangka orang-orang yang mau percaya (bukan sekedar setuju) dan mengiring Yesus harus sepenuhnya. Apakah menjadi orang baik penting? Ya, penting dan perlu! Apakah berarti setelah percaya Tuhan Yesus dan iring Dia otomatis tidak usah lagi menjadi orang baik dan berbuat seenaknya? Tidak. Karena tetap berlaku apa yang ditabur orang itu jugalah yang dituainya      (Galatia 6:7). Menjadi orang baik, memiliki sesuatu bahkan dengan berlimpah itu satu hal, tetapi memiliki keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus dan berjalan bersama Allah itu segalanya. Seseorang tidak dapat memilih lahir dari keluarga mana, dengan keadaan seperti apa dan juga meninggal di waktu kapan, umur berapa dan pada saat kondisi seperti apa; tetapi ia dapat memilih akhir dari jalan hidupnya seperti apa. Lahir miskin bukan sebuah pilihan, tetapi mati miskin apalagi tidak selamat di neraka adalah sebuah pilihan. Bagi setiap pembaca yang sering atau pernah mendengar tentang Yesus tetapi belum bertobat dan sungguh-sungguh mau mengikut Dia: kalau bukan Anda siapa? Kalau tidak sekarang, kapan? Waktu akan cepat berlalu dan tidak pernah dapat ditebak kapan masing-masing orang jam kehidupannya akan berhenti berdetak. Jangan tunggu nanti, putuskan saat ini untuk dapat anugerah terbesar dari Tuhan Yesus Kristus. Bagi setiap kita yang sudah dan sedang mengiring Yesus, seringkali kita malu apabila ada orang orang diluar yang sikap hidupnya lebih baik, lebih suka menolong, lebih berpikiran positif sementara kita masih berjuang jatuh bangun untuk bertumbuh secara rohani, bertumbuh jadi lebih baik. Jangan menyerah! Bangun lagi, bangkit lagi! Belajar lebih militan, belajar lebih cerdik dan berhikmat seperti kata Sang Guru: Cerdik seperti ular dan (tetap) tulus seperti merpati. Kiranya Tuhan menolong kita membangun karya yang terbaik bagi peradaban manusia, bagi Kerajaan Allah, bagi kemuliaan-Nya. Soli Deo Gloria. Amin.